AL-KUTUB AL-MU’TABARAH DI LINGKUNGAN NU DAN IMPLEMENTASINYA DI LAPANGAN

Pendahuluan

Adalah hal yang wajar jika setiap komunitas ilmiah memiliki standar referensi: referensi mana yang layak dipakai dan referensi mana yang tidak layak dipakai. Dalam kajian hadis misalnya, Syiah menetapkan kitab klasik sebagi referensi otorotatif, yaitu: al-Kāfī karya al-Kulaynī, Man Lā Yaḥḍuruhu al-Faqīh karya al-Qummī, al-Tahdhīb dan al-Istibṣār keduanya karya al-Tūsī. Sementara di kalangan Ahlussunnah dikenal al-kutub al-sittah atau al-tis’ah sebagai rujukan otoritatif di bidang hadis. Di kalangan Wahabi karya klasik Abu Hamid al-Ghazali (more…)

Asy’ari dan Pemikiran Teologisnya

I. Pendahuluan

Paruh kedua abad ketiga merupakan fase penting bagi perkembangan pemikiran di dunia Islam. Masa itu diwarnai kebebasan berpikir setelah beberapa dekade sebelumnya umat Islam hidup di bawah pemerintahan represif yang menjadikan paham Mu’tazilah sebagai teologi resmi pemerintah. Tiap orang bebas menyampaikan pendapatnya tanpa merasa takut akan mendapatkan tekanan dari penguasa. (more…)

Gagasan Tafsir Progresif Dawam Raharjo

Sejatinya Prof. Dr. M. Dawam Raharjo bukanlah sarjana tafsir. Kuliah formalnya mengambil jurusan ekonomi. Demikian pula karir akademiknya di bidang ekonomi. Bahkan gelar Dr Hc-nya juga diperoleh di bidang ekonomi. Namun, kajian tafsir di abad kontemporer memang memperlihatkan kecenderungan lintas disiplin. Beberapa sarjana non agama turut andil dalam memperkaya kajian tafsir. Sahrur seorang insiyur Syiria yang menulis al-Kitāb wa al-Qur`an; sayyid qutb lulusan sastra dan pendidikan (more…)

Rasulullah Ṣalla Allah ‘alaihy wa sallam buta huruf?

I. Tentang Surat al-‘Alaq

Surat al-‘Alaq termasuk di antara surat yang memiliki lebih dari satu nama. Di samping disebut al-‘Alaq, surat ini juga disebut surat Iqra` atau Iqra` Bismi Rabbika atau Iqra` Bismi Rabbika al-Ladhī Khalaq. Al-Bukhari di dalam al-Jāmi’ ahīh menggunakan sebutan Iqra` Bismi Rabbika al-Ladhī Khalaq[1]. Sebagian naskah al-Jāmi’ ahīh ada pula yang menyebutnya surat Iqra`[2]. Tirmidzi menyebutnya surat Iqra` Bismi Rabbika[3]. Nawawi al-Bantani menyebut nama lain, yaitu al-Qalam[4]. Sedangkan di (more…)

Perjalanan Sejarah Politik NU Sejak Berdiri Hingga Keputusan Kembali ke Khittah

Perjuangan politik umat Islam di Indonesia dalam setiap fase sejarahnya jarang terformat dalam proses tawar menawar yang seimbang dengan pemerntah. Pasang surut perjuangan umat Islam baik secara independen maupun melalui organisasi kemasyarakatan (ormas) memperlihatkan grafik mendatar dan hanya sesekali naik untuk kemudian menurun kembali. Dalam setiap babak perjuangannya hampir  dapat dipastikan akan berkahir dengan terpinggirkannya

(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,234 other followers