Home » Fikih

Category Archives: Fikih

AL-KUTUB AL-MU’TABARAH DI LINGKUNGAN NU DAN IMPLEMENTASINYA DI LAPANGAN

Pendahuluan

Adalah hal yang wajar jika setiap komunitas ilmiah memiliki standar referensi: referensi mana yang layak dipakai dan referensi mana yang tidak layak dipakai. Dalam kajian hadis misalnya, Syiah menetapkan kitab klasik sebagi referensi otorotatif, yaitu: al-Kāfī karya al-Kulaynī, Man Lā Yaḥḍuruhu al-Faqīh karya al-Qummī, al-Tahdhīb dan al-Istibṣār keduanya karya al-Tūsī. Sementara di kalangan Ahlussunnah dikenal al-kutub al-sittah atau al-tis’ah sebagai rujukan otoritatif di bidang hadis. Di kalangan Wahabi karya klasik Abu Hamid al-Ghazali (more…)

Bermazhab Kepada Selain Empat Mazhab

Mengutip Al-Muhadith al-Hafidh Sayyid Abdullah bin Muhammad al-Ghimary, KH Muhammad Najih Maimoen dalam Saqthat Syaniah mengupas kesalahan pendapat ulama yang mewajibkan bermazhab hanya kepada salah satu diantara empat mazhab.

Ketika membahas al-Kahfi:24 [ واذكر ربّك إذا نسيت ], Ash-Showy dalam Hasiyat al-Jalalain mengutip pendapat Ibnu Abbas yang memperbolehkan pengecualian sumpah dengan kalimat masyiah (kalimat “Insyasallah”). Pengecualian ini bisa dilakukan kapan saja, baik ketika masih berada di tempat yang sama ketika ia mengucapkan sumpah, setelah satu bulan, setelah satu tahun, atau kapanpun (more…)

Zakat Uang Kertas

KH Muhammad Najih Maimoen berpendapat bahwa uang kertas atau uang yang berlaku sekarang termasuk kekayaan yang harus dikenai zakat. Menurut beliau fatwa yang sama juga dikeluarkan ulama mutaakkhirin dari kalangan Syafi’iyah, Malikiyah dan Hanafiyah. Berikut pendapat beliau yang disadur dari Masalatun Nuqud al-Waraqiyah.

Dalam karya-karya fiqih klasik disebutkan bahwa zakat dikenakan pada emas dan perak dalam fungsinya sebagai alat tukar. Emas dan perak yang tidak digunakan sebagai alat tukar, seperti untuk perhiasan, tidak dikenai zakat. Dan saat ini nyaris (more…)

Menyikapi Perbedaan Idul Fitri 1427 H

Tulisan yang disadur dari risalah Syaikhuna KH Maimoen Zubair, Mawqifuna Haula ash-shaum wa al-ifthar aam 1427 H., ini dapat menjadi pedoman: bagaimana mensikapi perbedaan Hari Raya atau Awal Ramadlan

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Shalawat serta salam selalu mengalir ke pangkuan Nabi Muhammad beserta keluarga dan Sahabatnya.

Belakangan ini sering muncul perbedaan pendapat di kalangan umat Islam yang sering berujung pada permusuhan, saling membenci (more…)

Heboh Boikot Pajak di Munas NU Cirebon

Berita yang berkembang di luar arena Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Cirebon, 14-17 September 2012, adalah bahwa NU akan mengeluarkan fatwa pemboikotan pajak. Jawa Pos edisi 17 September juga mencantumkan pemboikotan pajak sebagai salah satu  isu strategis yang akan dibicarakan dalam Munas Alim Ulama NU di Cirebon. Isu ini menjadi menarik, salah satunya karena yang membicarakan hal tersebut adalah Ulama NU. Seperti diketahui, NU selama ini dikenal sebagai ormas Islam yang anti pembangkangan terhadap pemerintah yang sah.  NU juga dikenal lebih mementingkan harmoni dalam kehidupan bernegara ketimbang amar makruf yang dapat menimbulkan konflik horizontal. Karena itu (more…)