Home » Fikih

Category Archives: Fikih

Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Zakat Dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Makalah ini menjadi drfat Bahtsul Masail LBM NU PC Tuban pada April 2015

A. Latar Belakang Pemikiran

Pada tataran praktis kehidupan ekonomi umat Islam masih jauh dari cita-cita ideal al-Qur`an. Menurut statistik yang dirilis BPS Jawa Timur, penduduk Tuban yang hidup di bawah garis kemiskinan[1] pada tahun 2013 sebesar 196,100 jiwa atau 17,18 % dari total penduduk Tuban yang berjumlah 1.141.497 jiwa. Jumlah itu lebih kecil jika dibandigkan angka kemiskinan pada tahun 2010 yang mencapai 240,980 jiwa atau 21,5 % dari total penduduk 1.120.910 jiwa. Dengan demikian selama 3 tahun dari tahun 2010 hingga 2013, jumlah penduduk miskin turun 6,3 %. Di sisi lain berdasarkan data yang dirilis BPS Tuban pada tahun 2015, pendapatan regional perkapita pada tahun 2013 adalah 23.516.341 meningkat 42,23 % dari pendapatan perkapita tahun 2010 (more…)

Advertisements

AL-KUTUB AL-MU’TABARAH DI LINGKUNGAN NU DAN IMPLEMENTASINYA DI LAPANGAN

Pendahuluan

Adalah hal yang wajar jika setiap komunitas ilmiah memiliki standar referensi: referensi mana yang layak dipakai dan referensi mana yang tidak layak dipakai. Dalam kajian hadis misalnya, Syiah menetapkan kitab klasik sebagi referensi otorotatif, yaitu: al-Kāfī karya al-Kulaynī, Man Lā Yaḥḍuruhu al-Faqīh karya al-Qummī, al-Tahdhīb dan al-Istibṣār keduanya karya al-Tūsī. Sementara di kalangan Ahlussunnah dikenal al-kutub al-sittah atau al-tis’ah sebagai rujukan otoritatif di bidang hadis. Di kalangan Wahabi karya klasik Abu Hamid al-Ghazali (more…)

Bermazhab Kepada Selain Empat Mazhab

Mengutip Al-Muhadith al-Hafidh Sayyid Abdullah bin Muhammad al-Ghimary, KH Muhammad Najih Maimoen dalam Saqthat Syaniah mengupas kesalahan pendapat ulama yang mewajibkan bermazhab hanya kepada salah satu diantara empat mazhab.

Ketika membahas al-Kahfi:24 [ واذكر ربّك إذا نسيت ], Ash-Showy dalam Hasiyat al-Jalalain mengutip pendapat Ibnu Abbas yang memperbolehkan pengecualian sumpah dengan kalimat masyiah (kalimat “Insyasallah”). Pengecualian ini bisa dilakukan kapan saja, baik ketika masih berada di tempat yang sama ketika ia mengucapkan sumpah, setelah satu bulan, setelah satu tahun, atau kapanpun (more…)

Zakat Uang Kertas

KH Muhammad Najih Maimoen berpendapat bahwa uang kertas atau uang yang berlaku sekarang termasuk kekayaan yang harus dikenai zakat. Menurut beliau fatwa yang sama juga dikeluarkan ulama mutaakkhirin dari kalangan Syafi’iyah, Malikiyah dan Hanafiyah. Berikut pendapat beliau yang disadur dari Masalatun Nuqud al-Waraqiyah.

Dalam karya-karya fiqih klasik disebutkan bahwa zakat dikenakan pada emas dan perak dalam fungsinya sebagai alat tukar. Emas dan perak yang tidak digunakan sebagai alat tukar, seperti untuk perhiasan, tidak dikenai zakat. Dan saat ini nyaris (more…)

Menyikapi Perbedaan Idul Fitri 1427 H

Tulisan yang disadur dari risalah Syaikhuna KH Maimoen Zubair, Mawqifuna Haula ash-shaum wa al-ifthar aam 1427 H., ini dapat menjadi pedoman: bagaimana mensikapi perbedaan Hari Raya atau Awal Ramadlan

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Shalawat serta salam selalu mengalir ke pangkuan Nabi Muhammad beserta keluarga dan Sahabatnya.

Belakangan ini sering muncul perbedaan pendapat di kalangan umat Islam yang sering berujung pada permusuhan, saling membenci (more…)